Kisah Memilukan Seorang Anak Yang Kehilangan Tangannya Karena Mencoret Mobil Ayahnya

http://4.bp.blogspot.com/_rRWr9ttlcjo/TGKM_gp7K5I/AAAAAAAAAuc/LN2s50FOKe8/s1600/ayah-anak2.jpg
Sepasang suami isteri – seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan mobil1.jpg, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.

Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja motor.jpgkarena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.

Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, “Kerjaan siapa ini !!!” …. Pembantu rumah yang tersentak engan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah adam ketakutan lebih-lebih melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ‘ Saya tidak tahu..tuan.” “Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?” hardik si isteri lagi.

Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata “Dita yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik …kan!” katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya . Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.

Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa… Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.

Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka-luka dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka-lukanya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. “Oleskan obat saja!” jawab bapak si anak.

Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. “Dita demam, Bu”…jawab pembantunya ringkas. “Kasih minum panadol aja ,” jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.

Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. “Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap” kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. “Tidak ada pilihan..” kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut…”Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah” kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.

Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. “Ayah.. ibu… Dita tidak akan melakukannya lagi…. Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah..sayang ibu.”, katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. “Dita juga sayang Mbok Narti..” katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.

“Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti ?… Bagaimana Dita mau bermain nanti ?… Dita janji tidak akan mencoret-coret mobil lagi, ” katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf…Tahun demi tahun kedua orang tua tersebut menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang Ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi…, Namun…., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tersebut tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya….semoga ini bisa menjadi bahan renungan kita semua…dan berfikir sebelum mengambil tindakan…salam…

13 November 2012 at 13:54 - Comments

Wisata Rafting Obech Pacet

Wisata Rafting Obech

Wisata Obech

Wisata Obech Rafting

wisata obech

23 January 2012 at 11:55 - Comments

Program Pendidikan Guru Pengajar Al-Qur’an (PGPQ)

Program Pendidikan Guru Pengajar Al-Qur'an

Program Pendidikan Guru Pengajar Al-Qur'an

Dasar Pemikiran

Di antara hak Al-Qur’an yang harus kita penuhi adalah membacanya dengan tartil (QS. Al-Muzamil: 4). Untuk membaca dengan tartil harus dibimbing langsung oleh guru yang ahli, memiliki silsilah bacaan yang shohih dan muttashil. Dengan begitu, kehormatan, kesucian dan kemurnian Al-Qur’an akan senantiasa terjaga.

Metode Utsmani

Metode Utsmani adalah metode cara membaca Al-Qur’an praktis yang disusun oleh KH. Saiful Bahri, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Imam Garum – Blitar. Metode Utsmani disusun berdasarkan kaidah qiro’ah shohihah berlandaskan referensi kitab-kitab salaf yang mu’tamad dan masyhur, sanad bacaan bersambung, mengacu pada mushaf utsmani dan didukung oleh pengalaman selama belasan tahun.

Sistim Pembelajaran

Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan model Klasikal Baca Simak Murni, tanya jawab dan praktek langsung yang ditempuh tidak kurang dari 72 jam dalam 24 kali pertemuan selama 6 bulan dengan media buku utsmani 8 jilid, dibimbing langsung oleh Kordinator Pusat Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) metode utsmani.

Tempat & Waktu

Kegiatan bertempat di Masjid Utsman bi Affan, Jl. Sigura-gura (belakang UIN) Sumbersari – Lowowaru  Kota Malang. dilaksanakan pada hari Ahad, 18 September 2011 (Pembukaan) jam 14.00 – 16.30 WIB dan selanjutnya pada setiap hari Jum’at jam 13.30-16.30 WIB.

Biaya Pendidikan

Pendaftaran: Rp 50.000
Buku Utsmani 8 jilid: Rp 50.000
Infaq @bulan: Rp 25.000

Fasilitas Peserta

1. Buku utsmani
2. Buku metodologi pembelajaran
3. Sertifikat
4. Syahadah (bagi yang dinyatakan lulus tashih)

Pendaftaran

Pendaftaran dibuka tanggal 05-17 September 2011 langsung di Masjid Ustman bin Affan, setiap usai sholat rowatib atau ketik utsmani/nama/alamat, kirim SMS ke salah satu contact person berikut ini:

1. Abu Syafiq Ahmad (Sukun) 085 755 512 819
2. Hafidh Maulana (Blimbing) 0341 700 30 40
3. Vella C. Purwanto (Klojen) 085 755 613 273
4. Atik Jamiati (Lowokwaru) 085 755 771 352
5. Eliana (Pelajar dan Mahasiswa) 085 646 677 720

 

Metode Utsmani adalah metode cara membaca dengan tartil (QS. Al-Muzamil: 4). Untuk membaca debgan tartil harus dibimbing langsung oleh guru yang ahli, memiliki silsilah bacaan yang shohih dan muttashil. Dengan begitu, kehormatan, kesucian dan kemurnian Al-Qur’an akan senantiasa terjaga.
8 September 2011 at 01:23 - Comments
Halaman 1 of 5912345...102030...Halaman Terakhir »